Kecerdasan Scholastic vs Kecerdasan Emosional



Berikut tulisan seorang teman yang tidak mau dicantumkan namanya,… sebut saja nama beliau si anon… karena minta ditulis anonim saja… (katanya)

Tahukah anda, apa yang paling dibanggakan orang tua dari anak-anaknya? Boleh
jadi adalah kecerdasan scholastic, seperti matematika, bahasa, menggambar
(visual), musik (musical), dan olahraga (kinestetik). Tetapi, pernahkah kita
membanggakan jika anak kita memiliki kecerdasan moral, kecerdasan
intrapersonal, atau kecerdasan interpersonal? Rasanya jarang, sebab ketiga
kecerdasan yang terakhir hampir pasti uncountable! Tidak bisa dihitung, dan
sayang sekali tidak ada pontennya (nilainya) di sekolah, karena di sekolah
hanya memberikan penilaian kuantitatif.


Ada sebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Devi (6,5tahun),
kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah
harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja
dilingkungan rumahnya. Ada satu hal yang menarik saat ia bercerita tentang
teman-temannya.

“Bu, Anton pinter sekali lho, Bu…! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia,
Menggambar.. . pokoknya pinter sekali…!” katanya santai. “Vivi juga pintar
sekali menggambar, gambarnya bagus… sekali! Kalau si Prasetyo Budi
hafalannya
banyaaak… sekali!” Ya memang Devi senang sekali membanggakan
teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan
bertanya… “Kalau mbak Devi pinter apa?” Ia menjawab dengan cengiran
khasnya,” Hehehe… kalau aku, sih, biasa-biasa saja”. Jawaban itu mungkin
akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, karena pada dasarnya
Devi memang demikian. Ia biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.

Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya…
Bahwa Devi sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat
lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar.
Bahkan ketika dua orang adiknya, Selvie (4,5 tahun ) dan Wahyu Susanti
(2,5 tahun)
berrtengkar. Devi langsung turun tangan. “Sudah..! sudah,Dek! sama saudara
tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siapa yang mulai?” Adiknya saling
tunjuk.”Hayo, jujur… Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya…
saling memaafkan”. Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko,
dengarlah komentarnya! “Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya
pengin, tapi bajuku dirumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek
dan Ibu sudah punya rezeki,aku minta dibelikan …” Ibunya pun tak kuasa
menahan air matanya, Subhanallah. .. anak sekecil itu sudah bisa menunda
keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.

Saya sebenarnya ingin berbagi cerita tentang ini kepada anda, karena betapa
banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti
itu. Padahal kita tahu dalam setiap tes penerimaan pegawai, yang lebih
banyak diterima adalah orang yang mempunyai kecerdasan emosional.
Walaupun dari sisi kecerdasan scholastic adalah BIASA-BIASA SAJA.

Kadang kita merasa rendah diri manakala anak kita tidak mencapai ranking
sepuluh besar disekolah. Tetapi herannya, kita tidak rendah diri manakala
anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang egois, mau menang sendiri,
sombong, suka menipu atau tidak biasa bergaul.

Maka ketika Devi mengatakan “AKU BIASA-BIASA SAJA”, maka saat itu ibunya
menjawab “Alhamdulillah, mbak Devi suka menolong teman-teman, tidak sombong,
mau bergaul dengan siapa saja. Itu adalah kelebihan mbak Devi, diteruskan
dan disyukuri ya..?” Ya… ibunya ingin mensupport dan memberikan reward
yang positif bagi Devi.

Karena kita tahu anak-anak kita adalah amanah dan suatu saat amanah itu akan
diambil dan ditanyakan bagaimana kita menjaga amanah.
Sebagaimana doa kita setiap hari agar anak-anak menjadi penyejuk mata dan
hati.
Sudahkah kita mencoba untuk menggali potensi-potensi kecerdasan emosional
anak-anak kita? Kalau belum mulailah dari diri kita, saat ini juga.
(defrimardinsyah)


Comments :

1
kapanpun mengatakan...
on 

senang sekali kalau saya diberi kedua anugrah diatas, tapi aku telah dianugrahi tiga jadi nggak perlu khawatir lagi hehehe (*bhong ah)

Posting Komentar

Komentar Anda adalah Inspirasiku !!!

 

Yang Lagi ON

online counter

Huruf